LOGIN USER TENDER
 
Thousands of Tender Information
(Members only)
 
User Id :
Password :
Verification :
 
 
 
TAJUK RENCANA LAINNYA :
 
 
TAJUK RENCANA
2019-04-15 11:14:21
VALUE THE START UP


VALUE THE START UP
Dalam dunia Start Up selalu diberitakan mengenai valuasi yg melejit luar biasa...
Penasaran juga bagaimana cara menghitung valuasi sebuah perusahaan itu.
Neh kita coba urai hasil belajarku ya...

VALUASI
Penilaian adalah suatu Seni (art) dibandingkan Science (ilmu pasti).
Kok bisa... karena dalam penilaian dipakai asumsi2, serta perkiraan dan proyeksi.
Namun demikian, walau tidak bisa memberikan nilai PASTI layaknya science, namun tetap harus memiliki panduan (GUIDANCE) dan pendekatan (APPROACH) yang dikenal dengan istilah METODOLOGI YANG SISTEMATIS.

Jadi hasil penilaian akan tergantung dari
1. Metodologi yang dipakai. (Secara garis besar ada 3 macam metodologi yakni Utilitas Ekonomis, Relatif-- membandingkan saja dengan perusahaan jenis usaha sejenis, dan Berbasis Asset).
2. Variabel dan asumsi yang dimasukan ke dalam perhitungan dalam metodologi tsb.

CONTOH
Misal ada perusahaan properti yang baru sebatas berupa lahan mentah dan konsep, mau berunding dengan investor keuangan (pemodal).
Mau pakai metodologi Discounted Cash Flow atau Price To Book (as it is assetn tanahnya saja)?

Kalau pakai Price To Book, yah hanya dihitung nilai harga pasaran tanah riil per meter persegi yang ada saja. Pasti rendah nilainya.

Namun kalau memakai metode Discounted Cash Flow pasti lebih menarik bagi perusahaan properti itu. Karena metode kedua ini menghitung dulu cash sebagai income potensi masuk ke depan (setelah proyek jalan sukses), baru kemudian pencapaian ini didiskon sebagai fungsi waktu untuk masa pembangunan.

Bila medote jenis kedua ini yang disepakati dengan investor keuangan,  maka pasti hasil penilaiannya bisa lebih tinggi.
Tinggal disesuaikan berunding saja untuk asumsi nilai harga jual rumah per unitnya yang sesuai pasar.

Nah, rasanya metode Discounted Cash Flow inilah yang layak dipakai untuk menilai Start Up.

BAGAIMANA DENGAN START UP TANPA CASH FLOW?
Masalahnya adalah bagaimana bila Start Up belum atau bahkan sulit menghasilkan Cash Flow?
Coba kita bayangkan.. mana lebih berharga..
Sebotol air atau segenggam berlian?
Tergantung kondisi. Kalau di padang pasir, tentu akan dahsyat berbeda  nilainya sebotol air itu, jauh melebihi berlian.

Jadi START UP yang tidak bisa menghasilkan income cash, maka wajib menemukan apa "Utilitas Ekonomis" yang diciptakannya, kemudian memberikan penawaran kepada pihak lain yang mebutuhkan Utilitas tersebut sebagai investor (yang bisa memanfaatkan dan memonetisasinya alias menduitkannya).
Ibaratnya kalau sekedar bikin air minum, maka carilah pembeli dahaga di gurun pasir.
Atau bisa juga, walau calon investor itu tidak butuh Utilitas tersebut, tapi paham untuk potensi dikawinkan dengan pihak lain yang bisa memonetisasi Utilitas Ekonomis tsb.

Sehebat apapun karya Start Up, maka tanpa kemungkinan untuk monetisasi, maka akan layu. Ini semata karena berdasarkan ilmu metodologi penilaian oleh investor, tidak akan ada harganya..
Baik secara pendekatan metode Price To Book ataupun Discounted Cash Flow.

Nah tulisan berikutnya... Bagaimanakah agar value perusahaan kita bisa naik...?

Salam, Tito Loho
0818181712
CEO TENDER INDONESIA
www.tender-indonesia.com

Note : Tito Loho kelahiran Palembang 1973, adalah pendiri media online berlangganan yakni
www.tender-indonesia.com yang berisikan aneka informasi proyek.
Dalam perjalanannya, layanannya terus bertambah dan salah satunya adalah hadirnya divisi Tender TV.
Yakni siaran khusus untuk informasi seputar proyek.



 
All Rights Reserved © Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com